{"id":8,"date":"2026-04-24T07:45:01","date_gmt":"2026-04-24T07:45:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8"},"modified":"2026-04-24T07:56:37","modified_gmt":"2026-04-24T07:56:37","slug":"malu-dalam-islam-antara-iman-dan-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8","title":{"rendered":"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan"},"content":{"rendered":"\n<p>Ilustrasi\/Suara.com<\/p>\n\n\n\n<p>Membuka beranda media sosial saat ini, ada yang memaki seseorang tanpa nama asli, ada yang mempermalukan orang lain lalu tertawa, ada yang memamerkan dosa seolah itu sebuah pencapaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan karena mereka jahat, tapi karena satu hal sudah hilang dari dalam diri mereka dan mereka sendiri tidak menyadarinya, yaitu rasa malu.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan malu yang membuat orang gemetar saat presentasi di depan kelas, bukan malu yang membuat seseorang salah tingkah ketika dipuji, tapi malu yang jauh lebih dalam dari itu, yang dulu disebut para ulama sebagai penjaga jiwa, yang oleh Rasulullah SAW diletakkan tepat di dalam iman itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita tidak sedang bicara soal sopan santun, kita sedang bicara soal sesuatu yang ketika ia hilang, tidak ada lagi yang tersisa untuk menahan seseorang dari melakukan apa pun yang ia mau.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Malu Itu Bukan Minder, Jauh Lebih Dalam dari Itu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Malu dalam bahasa Arab disebut haya&#8217; (\u062d\u064a\u0627\u0621), dan bukan kebetulan kata ini berasal dari akar yang sama dengan hayah (\u062d\u064a\u0627\u0629) yang artinya kehidupan, Ibnu Manzhur dalam Lisan al-&#8216;Arab sudah mencatat hubungan ini jauh sebelum era modern, bahwa haya&#8217; dan hayah terikat dalam satu napas, malu adalah tanda bahwa jiwa seseorang masih hidup secara moral, ketika malu pergi yang tersisa hanya raga yang berjalan tanpa kompas.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara istilah, Imam Al-Jurjani dalam At-Ta&#8217;rifat mendefinisikan haya&#8217; sebagai sifat yang menggerakkan jiwa untuk meninggalkan perbuatan buruk dan mencegahnya dari melanggar hak orang lain, sedangkan Ibnu Al-Qayyim dalam Madarij As-Salikin melangkah lebih jauh, ia menyebut malu sebagai gabungan antara kesadaran tentang keagungan Allah, pengetahuan tentang cacat diri sendiri, dan kepekaan terhadap apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya malu yang sejati bukan soal takut dilihat orang, ia soal sadar bahwa Allah melihat, dan dari kesadaran itulah lahir sifat yang menjaga diri bahkan ketika tidak ada satu pun manusia yang menyaksikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang yang punya malu bukan orang yang lemah, ia justru orang yang paling kuat karena ia bisa menahan dirinya sendiri tanpa perlu diawasi siapa pun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Al-Qur&#8217;an dan Hadits Sudah Bicara Lebih Dulu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jauh sebelum para psikolog berbicara tentang hubungan antara rasa malu yang sehat dengan integritas kepribadian, Al-Qur&#8217;an sudah lebih dulu mengabadikannya dalam gambaran yang sangat nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Surah Al-Qashash ayat 25, Allah menggambarkan seorang perempuan dari Madyan yang datang menemui Nabi Musa:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">\u0641\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0633\u0652\u062a\u0650\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064d<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Maka datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu, berjalan dengan penuh rasa malu.&#8221; (QS. Al-Qashash: 25)<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut ayat ini bukan sekadar deskripsi cara berjalan, melainkan potret karakter, perempuan itu datang dengan keperluan yang sah, dalam situasi yang mendesak, tapi rasa malunya tidak ia tanggalkan hanya karena keadaan memaksa, malu bukan sesuatu yang ia pakai dan lepas sesuai situasi, ia sudah menjadi bagian dari siapa dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu ada hadits yang jarang benar-benar direnungkan. Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Malu adalah bagian dari iman.&#8221; (HR. Bukhari no. 24, Muslim no. 35)<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan berarti &#8220;malu itu bagus&#8221; atau &#8220;malu itu dianjurkan,&#8221; tapi malu adalah bagian dari iman itu sendiri, ini bukan sekadar urusan etika dan sopan santun, ini soal akidah, ketika rasa malu seseorang menipis ada bagian dari imannya yang ikut menipis bersamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan ada satu hadits lagi yang kalimatnya pendek tapi beratnya luar biasa. Rasulullah SAW menyebut salah satu warisan para nabi terdahulu yang masih terpelihara hingga hari ini:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jika kamu tidak punya malu, maka lakukanlah apa yang kamu mau.&#8221; (HR. Bukhari no. 3484)<\/p>\n\n\n\n<p>Maksudnya bukan berarti diberikan izin, melainkan ini sebuah peringatan paling keras dalam kalimat paling ringkas, maknanya sederhana sekaligus mengerikan, ketika malu sudah hilang tidak ada lagi yang bisa menghentikan seseorang dari melakukan apa pun, dan itulah keadaan paling berbahaya yang bisa menimpa manusia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lalu, Apa Kata Para Ulama?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Imam Al-Ghazali dalam Ihya&#8217; Ulumuddin menulis bahwa malu kepada Allah derajatnya jauh lebih tinggi dari malu kepada manusia, malu kepada manusia bisa palsu, bisa dibuat-buat, bisa hilang seketika begitu tidak ada yang melihat, tapi malu kepada Allah tumbuh dari dalam dan tidak bergantung pada penonton mana pun.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu Al-Qayyim dalam Madarij As-Salikin membagi malu menjadi beberapa tingkatan, yang tertinggi adalah malu kepada Allah, disusul malu kepada para malaikat, lalu malu kepada sesama manusia, hingga tingkatan yang paling mengena yaitu malu kepada diri sendiri, sebuah kondisi di mana seseorang tidak sanggup berbuat buruk bahkan ketika benar-benar sendirian karena nuraninya sendiri yang akan menghakiminya lebih dulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan dunia di mana semua orang punya malu setingkat itu, tidak perlu banyak aturan, tidak perlu banyak pengawas, tidak perlu CCTV di mana-mana.<\/p>\n\n\n\n<p>Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin mempertegas bahwa malu yang sejati tidak pernah melahirkan sesuatu kecuali kebaikan, ketika seseorang malu berbuat zalim yang lahir adalah keadilan, ketika seseorang malu berkata kasar yang lahir adalah santun, ketika seseorang malu mengambil yang bukan haknya yang lahir adalah kejujuran.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada satu hal lagi yang disepakati para ulama lintas mazhab, bahwa malu tidak pernah bertentangan dengan keberanian menyampaikan kebenaran, sebagian orang salah memahami malu sebagai alasan untuk diam saat melihat kemungkaran seolah menegur orang lain itu tidak sopan, padahal itu bukan malu, itu takut. Rasulullah SAW sendiri digambarkan dalam Shahih Bukhari (no. 3562) sebagai manusia dengan rasa malu tertinggi, lebih pemalu dari gadis yang dipingit, tapi itu tidak pernah sekalipun menghalangi beliau menyampaikan kebenaran meski pahit dan tidak populer.<\/p>\n\n\n\n<p>Malu dan keberanian bukan dua hal yang bertolak belakang, justru dari rasa malu yang dalam lahir keberanian yang paling murni.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Malu di Keluarga, Kampus, dan Masyarakat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/MERINDING-Inilah-Alasan-Seorang-Muslim-Harusnya-Malu-Bermaksiat-Ustadz-Adi-Hidayat.mp3\"><\/audio><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text is-stacked-on-mobile\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"680\" height=\"451\" src=\"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-08-at-06.44.01.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-13 size-full\" srcset=\"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-08-at-06.44.01.jpeg 680w, https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-08-at-06.44.01-300x199.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Ustad Adi Hidayat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">&#8220;Malu yang benar adalah yang mencegah dari maksiat, bukan yang menghalangi menyampaikan kebaikan.\u201d<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Akses informasi yang semakin luas, ruang privat yang terasa bebas, dan layar ponsel yang bisa dibuka kapan saja sering kali membuat seseorang merasa tidak diawasi, manusia semakin mudah melakukan apa saja termasuk hal-hal yang seharusnya dihindari, namun dalam perspektif keimanan ada satu kesadaran yang seharusnya tetap hidup di dalam dada yaitu Allah selalu melihat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah rasa malu menjadi penjaga yang paling jujur.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam keluarga, malu adalah yang membuat seorang suami menahan kata-kata kasar yang sudah ada di ujung lidahnya bukan karena istrinya akan membalasnya tapi karena ia sadar Allah mendengar, yang membuat seorang anak menutup layar ponselnya ketika yang terbuka bukan sesuatu yang seharusnya ia buka bukan karena orang tuanya ada di dekatnya tapi karena hatinya sendiri yang tidak mengizinkan, yang membuat seorang ayah menjaga lisannya di depan anak-anaknya karena ia sadar mereka merekam setiap kata jauh lebih baik dari kamera mana pun.<\/p>\n\n\n\n<p>Di kampus, ujian rasa malu justru datang di momen yang tidak ada pengawasnya, mahasiswa yang masih punya haya&#8217; memilih untuk tidak mengeluarkan contekan dari sakunya bukan karena takut ketahuan tapi karena ia tidak sanggup lulus dengan cara yang membuatnya malu pada dirinya sendiri, peneliti yang masih punya malu memilih untuk tidak memanipulasi data bukan karena takut dilaporkan tapi karena ia tahu Allah tahu.<\/p>\n\n\n\n<p>Di masyarakat, rasa malu bekerja paling nyata pada mereka yang diberi amanah, pegawai yang ditawari amplop dan menolaknya bukan karena kamera pengawas menyala tapi karena tangannya sendiri yang menarik kembali, pedagang yang menyebut sendiri kekurangan barang dagangannya sebelum pembeli sempat bertanya karena ia lebih takut kepada Allah daripada takut kehilangan pembeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah malu yang sesungguhnya, ia tidak butuh penonton, ia tidak butuh sanksi, ia bekerja dalam sunyi di dalam dada jauh sebelum perbuatan buruk sempat terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah mengamati pola ini berabad-abad lalu, ketika nilai-nilai moral dalam sebuah peradaban mulai memudar yang pertama kali pergi adalah rasa malu, dan setelah itu keruntuhan tinggal menunggu waktu<\/p>\n\n\n\n<p>Kita tidak bisa membangun keluarga yang baik, kampus yang bersih, atau masyarakat yang adil hanya dengan mengandalkan aturan dan sanksi, kita perlu manusia-manusia yang masih punya haya&#8217; yang hidup di dalam hatinya.<\/p>\n\n\n\n https:\/\/adityapp.journeeybee6.com\/2026\/04\/24\/menepati-janji-sebagai-cermin-integritas-diri\/ https:\/\/adityapp.journeeybee6.com\/2026\/04\/24\/menepati-janji-sebagai-cermin-integritas-diri\/ Turn on screen reader support To enable screen reader support, press Ctrl+Alt+Z To learn about keyboard shortcuts, press Ctrl+slashAnonymous Ferret has joined the document. https:\/\/adityapp.journeeybee6.com\/2026\/04\/24\/menepati-janji-sebagai-cermin-integritas-diri\/\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi\/Suara.com Membuka beranda media sosial saat ini, ada yang memaki seseorang tanpa nama asli, ada yang mempermalukan orang lain lalu tertawa, ada yang memamerkan dosa seolah itu sebuah pencapaian. Bukan karena mereka jahat, tapi karena satu hal sudah hilang dari dalam diri mereka dan mereka sendiri tidak menyadarinya, yaitu rasa malu. Bukan malu yang membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,6,1],"tags":[3],"class_list":["post-8","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-islam","category-malu","category-uncategorized","tag-malu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan - Portal News Online<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan - Portal News Online\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ilustrasi\/Suara.com Membuka beranda media sosial saat ini, ada yang memaki seseorang tanpa nama asli, ada yang mempermalukan orang lain lalu tertawa, ada yang memamerkan dosa seolah itu sebuah pencapaian. Bukan karena mereka jahat, tapi karena satu hal sudah hilang dari dalam diri mereka dan mereka sendiri tidak menyadarinya, yaitu rasa malu. Bukan malu yang membuat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal News Online\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-24T07:45:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-24T07:56:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"970\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"544\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/82734c0c9a876bbc60082ec716634418\"},\"headline\":\"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan\",\"datePublished\":\"2026-04-24T07:45:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-24T07:56:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8\"},\"wordCount\":1275,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg\",\"keywords\":[\"MALU\"],\"articleSection\":[\"ISLAM\",\"MALU\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8\",\"name\":\"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan - Portal News Online\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-24T07:45:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-24T07:56:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/82734c0c9a876bbc60082ec716634418\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg\",\"width\":970,\"height\":544},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?p=8#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/\",\"name\":\"Portal News Online\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/82734c0c9a876bbc60082ec716634418\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17e42e6fc491314601b0a3473c74117d4ed524ed85d170d160ae13a543dc1f92?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17e42e6fc491314601b0a3473c74117d4ed524ed85d170d160ae13a543dc1f92?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17e42e6fc491314601b0a3473c74117d4ed524ed85d170d160ae13a543dc1f92?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ahmaddimas.journeeybee6.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan - Portal News Online","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan - Portal News Online","og_description":"Ilustrasi\/Suara.com Membuka beranda media sosial saat ini, ada yang memaki seseorang tanpa nama asli, ada yang mempermalukan orang lain lalu tertawa, ada yang memamerkan dosa seolah itu sebuah pencapaian. Bukan karena mereka jahat, tapi karena satu hal sudah hilang dari dalam diri mereka dan mereka sendiri tidak menyadarinya, yaitu rasa malu. Bukan malu yang membuat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8","og_site_name":"Portal News Online","article_published_time":"2026-04-24T07:45:01+00:00","article_modified_time":"2026-04-24T07:56:37+00:00","og_image":[{"width":970,"height":544,"url":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/#\/schema\/person\/82734c0c9a876bbc60082ec716634418"},"headline":"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan","datePublished":"2026-04-24T07:45:01+00:00","dateModified":"2026-04-24T07:56:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8"},"wordCount":1275,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg","keywords":["MALU"],"articleSection":["ISLAM","MALU"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8","url":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8","name":"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan - Portal News Online","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg","datePublished":"2026-04-24T07:45:01+00:00","dateModified":"2026-04-24T07:56:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/#\/schema\/person\/82734c0c9a876bbc60082ec716634418"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#primaryimage","url":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62927-ilustrasi-orang-malu-freepikfreepik.jpg","width":970,"height":544},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?p=8#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Malu Dalam Islam: Antara Iman dan Kehidupan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/#website","url":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/","name":"Portal News Online","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/#\/schema\/person\/82734c0c9a876bbc60082ec716634418","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17e42e6fc491314601b0a3473c74117d4ed524ed85d170d160ae13a543dc1f92?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17e42e6fc491314601b0a3473c74117d4ed524ed85d170d160ae13a543dc1f92?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17e42e6fc491314601b0a3473c74117d4ed524ed85d170d160ae13a543dc1f92?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com"],"url":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23,"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8\/revisions\/23"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmaddimas.journeeybee6.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}